Showing posts with label Film pendek. Show all posts
Showing posts with label Film pendek. Show all posts

Wednesday, June 22, 2011

Mangga, Malam mingguan#12 (Pemutaran dan diskusi film)

Mangga, Malam mingguan adalah acara rutin sebulan sekali yang diselenggarakan Sanggar Sinema Story Lab yang merupakan kegiatan diluar kelas dari Sekolah Sinematografi Story Lab. Selain memutar film-film karya kami, acara ini juga menerima karya teman-teman untuk diputar dan di apresiasi. Tidak hanya sampai di situ, pada Mangga, Malam Mingguan juga ada diskusi interaktif antara penonton dan pembuat filmnya.
Pada Mangga, Malam Ming...guan sekarang (yang ke-12), kami akan menghadirkan beberapa film dengan tema“film ¾ jadi”. Film-film yang akan di putar antara lain:


1. Cokelat
Sutradara: Inggrid Putri Omega & Muchamad Hanif
Fiksi | 4’ 54” | Story Lab | 2011 Bandung
Setiap orang mempunyai kenangan dengan coklat. Coklat bagi orang kebanyakan adalah sesuatu yang manis. Tapi, dibalik manisnya coklat ada juga kisah pahit. Ini dialami oleh Nita. Bagaimana Yanyan mengembalikan pahitnya coklat dan hidup Nita melalui sebatang coklat?


2. Lelah
Sutradara: Andi Pardede
Fiksi | 2’ 54” | Crewpuck Pictures | 2011 | Bandung
Anak. Sebuah keluarga tentunya belum lengkap jika tanpa kehadiran anak. Disisi lain, manusia sebagai mahluk Tuhan, suka melampaui atas apa yang telah menjadi kehendak Tuhan. Termasuk usaha-usaha untuk mempunyai anak

3. Kenal Pot
Sutradara: Kartiwa
Fiksi | 3’ 31” | S3L Production | 2011 | Bandung
Manusia dalam berkomunikasi sering kali terhambat oleh “noise”. Film sebagai bentuk komunikasi massa tak ayal terhambat juga oleh “noise-noise” dalam pembuatannya. Film ini adalah representasi pegiat film (khususnya di bandung) ketika hendak memvisualkan ceritanya.

4. Lewat Dini Hari
Sutradara: Momor. S.ikom
Fiksi | 3’ 45” | S3L Production | 2011 | Bandung
Dunia industri tidak lepas dari deadline.

5. Oh My God “Ngeden”
Sutradara: Ikra “Nitz” Amnesia
Fiksi | 4’ 30” | S3L Production | 2011 | Bandung
Membuang hajat adalah anugerah terbesar dalam kehidupan manusia. Dan gempa adalah musibah bagi sebagian orang. Manakala anugerah dan musibah dipersatukan dalam waktu yang bersamaan, apa yang terjadi?

7. Cinta Masuk Desa*

* Masih dalam konfirmasi


Dan Pertunjukan Akustik dari Elsi Like Tree



Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Sabtu, 25 Juni 2011
Jam 19.00 s.d 21.00 Wib
Story Lab, Jl. Mangga No.14 Bandung

Informasi Lebih lanjut: Andi Pardede [085722274219]

GRATISSSS!!!!

Saturday, January 22, 2011

Rindu Film

Film, adalah anugerah seni terbesar dalam peradaban manusia. Ucap joni (nicolas saputra) dalam film Janji Joni. Ada yang bilang film itu sebuah karya intelektual. Karena didalamnya berbagai tradisi ilmu diramu dan disajikan kepada penonton. Penyajian kembali atas sesuatu fenomena sosial menjadi suatu tontonan tentunya bukan hal yang mudah. Dan saya merasa sepakat dengan pernyataan diatas. Memang, ada juga beberapa sineas atau pun film maker membuat film mereka dengan gaya mereka sendiri (film aing kumaha aing, dibaca: film saya terserah saya). Saya juga tidak bisa menyalahkan pernyataan itu. Karena itu hak mereka. Bagi saya, membuat film itu adalah membuat ilusi. Yang didalamnya terdapat prinsip reka percaya. Maka dari itu ketika kita akan membuat sebuah ilusi yang akan disajikan kembali melalui medium film, kita harus memahami dua hal. Yang pertama adalah mengetahui dan memahami keadaan masyarakat dan yang kedua adalah seorang film maker harus mempunyai hasrat untuk menggugat sesuatu yang berangkat dari keresahan mereka sendiri.

Mengutip kata Jean Cocteau, seorang pujangga dan filmmaker dari Perancis. “Film is Picture writing”. Membuat film itu bukan semata-mata mengurusi permasalahan teknis. Tapi ada hal lainnya yang memerlukan perhatian lebih. Yaitu menulis dan menyajikan kembali sebuah ilusi. Ilusi yang dituangkan kedalam sebuah naskah, harus benar-benar kaya akan data, imajinasi, wawasan yang luas dan kreatifitas yang baik. Sehingga, ketika itu disajikan kembali dalam bentuk medium film dengan teknis yang seadanya pun bisa tetap enak dinikmati penonton karena unsur reka percayanya tidak hilang karena telah dirangkai dengan baik.

Ketika film sudah jadi, sering kali bagi para pembuat film yang berbasis komunitas atau kampus yang saya temui, mereka dipertemukan dengan kendala lagi. “Film kami akan dikemanakan?” lebih kurang pertanyaan seperti itu yang muncul dibenak mereka. Menyambung kata penyajian kembali, saya lebih suka kalau film-film yang telah diproduksi itu tidak menjadi hiasan kamar. Tapi wajib dipertontonkan kepada khalayak, dimana pun itu tempatnya. Anggap saja itu adalah bentuk pertanggung jawaban atas sebuah kekaryaan yang merepresentasikan dari suatu keadaan.

Itulah sedikit tulisan mengenai film dari kacamata saya.

Sunday, January 16, 2011

Mangga Malam Mingguan#8

Mangga malam mingguan merupakan event pemutaran film pendek yang disediakan olah Story Lab, sebuah workshop film di Bandung yang menyediakan dirinya untuk melakukan pelatihan sinematografi melalui kurikulum sederhana tapi sanggup membuat para siswanya memahami secara mudah proses produksi film dan akhirnya melahirkan sebuah karya film pendek. Mangga malam mingguan diselenggarakan untuk memutar film karya siswa-siswa yang tergabung dengan Story Lab dan film-film dari komunitas seluruh Indonesia. Mangga Malam mingguan ini diselenggarakan tiap bulannya untuk memberikan ruang pada film pendek Indonesia dan Bandung pada umumnya.

Kali ini, mangga malam mingguan yang ke-8 tidak hanya pemutaran film dan diskusi saja. Ada yang sedikit berbeda. Sandi Jaya Saputra atau yang biasa akrab dipanggil Useng (brigade foto) berkesempatan memamerkan karya-karya foto behind the scene film 'Senja' (tugas akhir Film Sekken) dengan tema 'Kesendiriannya'. Foto dalam produksi sebuah film adalah sebuah usahacapture the moment. Seorang fotografer behind the scene adalah seseorang yang sangat 'sendirian' dalam produksi sebuah film. Dia mengamati, berpikir dan menyusun cerita dalam sebuah moment pembuatan cerita. Dan pameran foto seorang Sandy Jaya Saputra adalah sebuah pameran untuk menyajikan momen-momen 'Kesendirianya' dalam momen-momen produksi sebuah film. Pameran yang memberikan kontemplasi pada usaha-usaha penghadiran sudut-sudut dimana sebuah momen tertangkap sekaligus memberikan nuansa proses film melalui foto pada acara pemutaran.



Bagi yang berminat mengadiri, silahkan datang ke Mangga Malam Mingguan#8 pada:
Hari/Tanggal : Sabtu, 29 Januari 2011
Waktu : Jam 19.00 s.d 22.00 Wib
Tempat : Story Lab, Jl. Mangga no 14. Bandung

Saturday, January 15, 2011

Putus

cuaca pagi ini mendung. bumi masih berkabung atas kejadian kurang mengenakan yang menimpa kerabat-kerabatku di negeri yang gila sanjung. sesekali angin pun berhembus agak kencang. hasrat untuk menyeduh secangkir kopi pun muncul. kopi hitam tentunya. tak lama kemudian sekedar mengisi waktu luang, aku berusaha menata kembali barang-barang yang ada di kamar kecilku ini. kamar yang sudah begitu akrab dengan kata berantakan. dipojokan kamar dibawah sebuah poster jimmy hendrix, sebuah gitar tua pemberianmu masih menggantung, dia tetap tegak dengan kebisuannya. merasa rindu dengannya akupun mengambil benda itu. membersihkan benda ajaib itu dari debu-debu yang berterbangan dan hinggap di tubuh indahmu. nada dari kunci g yang kumainkan mengingatkan akan sebuah senyuman mengembang dengan mata terpejam darimu. intro lagu yang akrab ditelinga kami dulu. sambil melihat foto kita, akupun menyanyikan sebuah lagu. lagu yang dulu pernah kita nyanyikan bersama. nada-nada harmonis yang keluar dari guitar tua pemberianmu ini masih tetap enak didengar, hanya saja aku tidak sanggup menyanyikan bait demi bait lagu itu dan aku pun tidak bisa berkata-kata ketika mengingat masa-masa dulu.

sendu yang dibalut rindu membuatku membisu ketika senar gitar no-3 ini putus. tanpa disadari airmataku berlinang. apa yang kualami tadi pagi ini, mengingatkanku akan sebuah kejadian sembilan tahun yang lalu. ketika itu aku tanpa sengaja memutuskan senar gitarmu. aku ingat betul kamu tidak marah pagi itu. kamu hanya tersenyum mengembang dengan mata terpejam. terpejam untuk selamanya. ajal menjemputmu diwaktu yang tidak kita ketahui. selamat jalan kakak sepupu. selamat beritirahat. maaf aku memutuskan senar gitarmu.

Thursday, April 15, 2010

Screening film pendek lagi

Dengan sebuah rangkaian yang baik maka hadirlah sebuah film yang kemudian dinikmati dan ditonton banyak orang. Tidak sedikit diantaranya yang emosinya terbawa ke dalam alur cerita film tersebut. Tetapi kehadiran sebuah film adalah bentuk kerja banyak orang. Membuat sebuah film tidak bisa sendirian. Maka dari itu, Story Lab ada.

Mangga Malam Mingguan, salah satu kegiatan screening film yang di selenggarakan oleh Story Lab sekolah sinematografi setiap malam minggu diakhir bulan. Ruang pemutaran ini bertujuan sebagai sarana silaturahmi dan apresiasi sesema pegiat, pecinta dan pemerhati film. Khususnya film pendek. Hal itu didasari atas kurangnya ruang-ruang publik, khususnya ruang pemutaran film pendek di Bandung. 

Mangga Malam Mingguan, mungkin bukan sebuah kegiatan menonton yang semarak atau pun menonton dengan ala bioskop. Tapi, bagi Sanggar Sinema Story Lab dan komunitas film lainnya, ruang pemutaran ini bisa dianggap istimewa. Karena itu adalah sebuah karya dan sebuah pemikiran. Dengan karya tersebut diharapkan bisa menjadi media untuk mendapatkan sebuah pengalaman, pemahaman baru dan tentunya teman baru.

Sampai saat ini, saya berharap bisa bertemu dengan sineas-sineas muda berbakat dari berbagai daerah. Mari, Malam Mingguan.



Thursday, March 25, 2010

Hei

1. EXT. KAMPUS BANDUNG - SORE

Sore hari, disebuah jalan menuju kampus. Lebih tepatnya didepan pintu gerbang sebuah kampus. Terlihat kerumunan orang yang sedang asyik menikmati pertandingan bola. Iwa seorang pria botak, sedikit tergesa-gesa menuju kampus untuk mengumpulkan tugas seminar. Kemudian dari jarak yang relatif dekat, seorang perempuan berkerudung tersenyum kepadanya. Safa, tersenyum ramah kepada pria botak itu.

SAFA
Hei, apa kabar?!

Membalas senyum Safa.

PRIA BOTAK
Baik.

Masih tersenyum
SAFA
Ko’ hei sih?!

Safa tersenyum kembali tersenyum kepada Pria botak itu dan kepada teman-temannya. Tak lama kemudian, sambil menjulurkan tangannya

SAFA
Safa!

Tersenyum senang
PRIA BOTAK
Saya iwa!
Mereka berjabat tangan
IWA
Baru pulang kuliah ya?

SAFA
Iya nih.

Mereka berdua tersenyum
IWA
Emh, Saya masuk dulu ya. Mau ngasih tugas seminar

SAFA
Oke, Sampai berjumpa lagi!

Safa tersenyum kembali, sambil tersenyum dan menganggukan kepala kearah Safa, Iwa pun berjalan manuju kampus.
Safa kemudian berjalan meninggalkan kampus bersama teman-temannya yang lain. Dari arah kejauhan, Iwa kembali melihat senyum Safa bersama teman-temanya.

FADE OUT

Naskah diatas adalah sepenggal cerita untuk sore ini. Diambil dari kejadian tadi sore ketika saya hendak pergi menuju ke kampus. Dialognya pun hanya itu. Sederhana.



(Kampus Fikom Bandung, 25 maret 2010. disela-sela menunggu dosen nonton pertandingan Persin vs Persija)






Tuesday, March 23, 2010

Screening Film pendek

Mangga, Malam Mingguan adalah acara rutin sebulan sekali yang diselenggarakan Sanggar Sinema Story Lab. Selain memutar film-film karya kami, acara ini juga menerima karya teman-teman untuk diputar.

Untuk Mangga Malam Mingguan yang sekarang, kita akan menayangkan tidak hanya 1 film tapi ada 7 film!

- lost father's touch (Oscar wilde)
- autisme (Cine Club)
- modus (Falling Star Picture)
- korek kuping vs korek api (komunitas rumput)
- rio the playboy (Movieglad Picture)
- staratelj (Dua Zakar Production, Jogja)
- doku (story lab)


Pemutaran film ini sifatnya nonkomersil, alias GRATIS!!!!

untuk informsi bisa menghubungi kami di:
(022) 7519-3654 dan 0815-7205-4868