Showing posts with label Komunikasi. Show all posts
Showing posts with label Komunikasi. Show all posts

Tuesday, August 9, 2011

ambil hikmahnya saja [lama ngampus]


      disebuah kantin. sedikit panas udara hati itu. boleh dibilang sepanas perasaan ketika kecengan di gandeng teman seperjuangan. ah, naif. sekedar menghilangkan rasa panas ini, saya pun memesan segelas minuman ringan. kopi hitam panas. lah? ko kopi hitam panas? gampang saja. jika negatif di gabung negatif maka akan posoitif. jadi jika cuaca panas di campur kopi panas, katanya akan dingin -_-
      seiring berjalannya waktu, kopi ini mulai dingin. kemudian beberapa teman mulai menghampiri. "eh wa, ko kamu masih dikampus aja?" ucap bunga (bukan nama sebenarnya). "wajar, kan  masih mahasiswa. mahasiswa itu selain belajar, tugasnya itu harus ke kampus". jawab saya datar. "oiya, kamu teh kuliah ngambil apa?" tanya bunga [lagi]. "oh, saya mah ambil hikmahnya aja". kembali jawab saya datar -_-

(manakala teringat jalan menuju kampus)

Monday, July 11, 2011

a litle things about an art

x: how art you today?
y: good, i feel the artventure in my artmosphere.
x: are you put some an artsip in your brain?
y: no! just imajine mozzart

Tanah Abang?


Siang itu cuaca Jakarta panas. Panas sekali. Terlihat beberapa orang yang sedang menunggu mikrolet sambil mengipas-ngipaskan koran, map dan tangan kearah muka mereka. Cuaca yang panas itu menyebabkan fatamorgana yang menyilaukan mata. Pun dengan gadis yang mengenakan rok mini itu. Sekedar untuk melepas dahaga, saya pun beranjak dari tempat pemberhentian kendaraan umum lalu membeli sebotol air mineral.
Di waktu bersamaan  seorang pemuda menghampiri bapak yang sedang duduk menunggu mikrolet sambil mengipas-ngipaskan koran. "Maaf bang, saya orang baru di Jakarta, baru datang dari Sodong Tasikmalaya. Apakah ini Tanah Abang?" Tanya pemuda itu sambil tersenyum dan sedikit membungkukkan badannya.
"Oh bukan. Ini bukan tanah aku, sumpah! Aku juga baru datang dari Medan, jadi aku juga tidak tahu tanah siapa ini.”  Mendengar percakapan itu saya kemudian menghela nafas panjang dan sedikit lupa akan panasnya cuaca hari itu.  -_-#
(ilustrasi nemu di om google)

Thursday, May 19, 2011

Visualisasi Televisi

Mungkin disini sepi dan sunyi
Disebrang sana sebagian orang bernyanyi
Bergemuruh riuh dengan bunyi-bunyi
Lihat itu, para penari!
Lekuk tubuhnya  illusi
Parasnya Frustasi
Ada juga yang berkelahi adu nyali
Menjemput pati
Apakah ini imajenasi?
Bukan, ini visualisasi sebuah televisi.

"manakala sendiri, bertemankan secangkir kopi"

Wednesday, May 4, 2011

Musik sebagai alat komunikasi

          Kehidupan manusia tidak bisa dilepaskan dari musik. Bahkan orang – orang yang hidup di pedalaman pun mengenal musik. Dari dulu sampai sekarang upacara – upacara adat yang digelar mereka, pasti diwarnai oleh bunyi – bunyian yang dikeluarkan oleh alat musik tradisional maupun dari mulut orang-orang yang sedang mengikuti acara tersebut. Begitu juga dengan acara – acara keagamaan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang keluar dari mulut qari atau qari’ah, bahkan puji – pujian dalam shalawat nabi pun mengeluarkan nada – nada yang enak didengar. Umat Kristen bahkan punya Paduan Suara Gereja. Itulah mengapa manusia tidak bisa hidup tanpa musik. Suka atau tidak, musik telah memberikan pengaruh yang sangat besar kepada manusia. Itulah sebabnya, orang seperti Bob Marley, Elvis Presley dan beberapa musisi lainnya bisa mempengaruhi jutaan penduduk Jamaika, Amerika bahkan penduduk dunia lewat lirik – lirik lagunya. 
Malam ini, ketika tanpa sengaja saya membuka sebuah folder bernamakan ‘musik ciamiksss’. Sekilas saya membacanya musik ciamis, penasaran dengan isi dari folder itu saya pun membukanya lalu memasukan satu persatu kedalam playlist winamp dan mendengarkan beberapa lagu tanpa judul itu (hanya bertuliskan; track 01, track 02 dst).
Sambil mendengarkan lagu – lagu itu, ternyata itu bukan dari musisi – musisi yang legendaris. Bukan juga lagu – lagu yang laris ataupun lagu yang berkisah cinta romantis. Ini adalah lagu yang akrab ditelinga saya ketika jaman kuliah dulu. Salah satu yang masih saya ingat betul adalah lagu yang berjudul “buruh tani”. Dan ini lrik lagunya:

Buruh tani mahasiswa rakyat miskin kota/
Bersatu padu rebut demokrasi//
Gegap gempita dalam satu suara/
Demi tugas suci yang mulia//
Hari-hari esok adalah milik kita/
Terciptanya masyarakat sejahtera/
Terbentuknya tatanan masyarakat
Indonesia baru tanpa Orba//
Marilah kawan/ mari kita kabarkan/
Di tangan kita tergenggam arah bangsa/
Marilah kawan/ mari kita nyanyikan/
Sebuah lagu tentang pembebesan//
Di bawah kuasa tirani/
Kususuri garis jalan ini/
Berjuta kali turun aksi/
Bagiku satu langkah pasti//

 Awalnya musik mungkin hanya serangkaian bunyi yang memiliki nada. Bunyi – bunyian tersebut dikeluarkan melalui suara manusia, atau alat – alat lain yang bisa mengeluarkan nada, seperti alat – alat musik misalnya. Musik itu sendiri kemudian menjadi bentuk komunikasi. Jika kita lihat dari model komunikasi Laswell yang berbunyi, who says what to whom in which channel with what effect, maka musik dapat kita masukkan ke dalam salah satu bentuk komunikasi. Dan bagi saya, setelah mendengar beberapa lagu tadi, saya merasa merindukan masa – masa kuliah saya. Salah satunya adalah masa ketika aksi.
Terima kasih untuk kejutan malam ini, berkat mendengarkan beberapa lagu waktu dulu saya masih harus beraksi menulis skripsi dan wisuda bulan juli.