Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Monday, October 10, 2011

bersemai damai


aku bukan satu-satunya orang yang bermimpi jika dunia ini nyaman.
sela diantara jari jemari yang Engkau ciptakan, seharusnya kami gunakan untuk saling menjabat erat tali persaudaraan.
bukan menjadi kepalan tinju yang membela hawa nafsu.
ada keserakahan yang menyebabkan kelaparan dan kesengsaraan.
negara, agama bukan lagi jaminan.
keduanya terkadang bisa dimainkan.

Tuhan, restui kami dengan jemari ini untuk saling menjabat erat tali persaudaraan.
bukan pertikaian yang kami inginkan, tapi perdamaian.

Friday, July 1, 2011

peri bahasa

"ulah munjung ka gunung
ulah muja ka sagara
punjung mah ka indung
puja mah ka bapa"

Saturday, June 4, 2011

telegram tuhan

demi bau tanah setelah diguyur hujan
dan bau kaki yang dibalut kaos kaki
diri yang terisolasi
dalam rupa manusia yang tak manusiawi
ada sebuah kealpaan dalam fikiran
ketika hendak menggapai sebuah tujuan
seringkali kita melupakan orang tua yang merupakan teladan!
lalu, kenapa kita menjadi demikian?
tersirat kabar melalui sebuah telegram dari tangan tuhan, yang terucap dari mulut seorang perempuan
nyatanya orang tua tidak bertindak demikian.

Thursday, May 19, 2011

Visualisasi Televisi

Mungkin disini sepi dan sunyi
Disebrang sana sebagian orang bernyanyi
Bergemuruh riuh dengan bunyi-bunyi
Lihat itu, para penari!
Lekuk tubuhnya  illusi
Parasnya Frustasi
Ada juga yang berkelahi adu nyali
Menjemput pati
Apakah ini imajenasi?
Bukan, ini visualisasi sebuah televisi.

"manakala sendiri, bertemankan secangkir kopi"

Thursday, April 28, 2011

Bincang riang


Malam panjang bertabur bintang
Cemerlang
Hati yang riang
Berbincang
Tuhan, adakah ruang untuk saling menyayang?

Wednesday, April 27, 2011

Bincang bimbang

Malam panjang tanpa bintang
Remang
Hati yang bimbang
Berbincang
Tuhan, apakah nanti kuburanku terang?