Tuesday, May 31, 2011

Taryono vs Jhon

     Siang, itu hawanya terasa panas. Panas sekali. Lipatan-lipatan debu jalanan dibalut asap kenalpot membuat jalanan terasa hot. Terlihat seorang pemuda gahar sedang meminum minuman beralkohol di pinggir jalan. Panasnya udara tidak ia hiraukan. Seorang pria kepayahan karena panas, datang dari arah berlawanan dan menghampiri pemuda yang sedang mabuk. Dengan sedikit ragu, Taryono pemuda tinggi kurus asal tegal mencoba menghampiri Jhon. Pemuda tegap yang sedang mabuk.

    "Maaf masnya, saya numpang tanya" Taryono terlihat sedikit membungkukan badannya. Mendengar pertanyaan itu Jhon tidak menggubris. Dia seolah hanya peduli dengan apa yang tengah dipegangnya. Minuman beralkohol. "Maaf masnya, kalau saya mengganggu si mas. Saya mau numpang tanya, kalau pasar itu dimana ya?" Ucap Tartono sambil sedikit membungkukan dadannya [lagi]. Perlahan dengan pasti Jhon mulai menatap pemuda tinggi kurus yang sedang berada tepat didepannya. Lalu dia berusaha berdiri. "Kau berjalan terus, teruuuus, teruuuuus keujung sana. Kalau disana ada banyak orang, itu passssaaar!" Mata Jhon melotot. "Oh, jadi saya salah jalan ya mas?". "Maaf masnya, mengganggu lagi". Jhon berhenti menegak minuman beralkoholnya. Hampir tersedak dia. "Apalagi kamu ini, mau saya hajar?" Terlihat Jhon mengarahkan tinjunya kewajah Taryono. "Maaf masnya, kalau boleh saya tahu, jalan kerumah sakit itu kemana ya?" Taryono berusaha tersenyum segan. "Ah, kamu ini mengganggu orang saja. Sekarang kamu mundur tiga langkah dan berbaring di garis putih itu, lalu beberapa saat kemudian ada mobil yang mengantarkanmu ke rumah sakit. Gampangkan?". Mendengar penjelasan Jhon Taryono hanya bisa tersenyum kecut. Sambil berjalan meninggalkan pemuda mabuk tadi, taryono berguman "sekarang sumber air sudekat, bisa mabuk kapan saja kakaaaa"



(Terinspirasi dari mop epen kah cupen toh)

Thursday, May 19, 2011

Visualisasi Televisi

Mungkin disini sepi dan sunyi
Disebrang sana sebagian orang bernyanyi
Bergemuruh riuh dengan bunyi-bunyi
Lihat itu, para penari!
Lekuk tubuhnya  illusi
Parasnya Frustasi
Ada juga yang berkelahi adu nyali
Menjemput pati
Apakah ini imajenasi?
Bukan, ini visualisasi sebuah televisi.

"manakala sendiri, bertemankan secangkir kopi"

Friday, May 6, 2011

Cara Kami merasa


“….Awas ah ketawa mulu, ntar kita jadian loh….”

Mendengar kata – kata itu, kemudian sepasang bola mata yang bulat dibalut kacamata dengan pipi merah merona kemudian tersenyum. Senyum yang mengembang. Malam itu, kalaupun Venus ada disampingku, aku yakin perempuan yang sekarang sedang duduk manis dihadapanku jauh lebih cantik. Melalui dua gelas bandrek panas dan empat potong pisang goreng, sebuah kepastian akan hari esok dan babak baru keturunan Adam dan Hawa dimulai sejak saat itu.
Dia perempuan biasa. Aku juga biasa. Tapi, ketika kami berdua, itu bisa jadi luar biasa. Kami hanya sepasang insan yang bertalian rasa, mencoba hidup bahagia, bukan mencari siksa kemudian terpaksa untuk mencinta.
***

Wednesday, May 4, 2011

Musik sebagai alat komunikasi

          Kehidupan manusia tidak bisa dilepaskan dari musik. Bahkan orang – orang yang hidup di pedalaman pun mengenal musik. Dari dulu sampai sekarang upacara – upacara adat yang digelar mereka, pasti diwarnai oleh bunyi – bunyian yang dikeluarkan oleh alat musik tradisional maupun dari mulut orang-orang yang sedang mengikuti acara tersebut. Begitu juga dengan acara – acara keagamaan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang keluar dari mulut qari atau qari’ah, bahkan puji – pujian dalam shalawat nabi pun mengeluarkan nada – nada yang enak didengar. Umat Kristen bahkan punya Paduan Suara Gereja. Itulah mengapa manusia tidak bisa hidup tanpa musik. Suka atau tidak, musik telah memberikan pengaruh yang sangat besar kepada manusia. Itulah sebabnya, orang seperti Bob Marley, Elvis Presley dan beberapa musisi lainnya bisa mempengaruhi jutaan penduduk Jamaika, Amerika bahkan penduduk dunia lewat lirik – lirik lagunya. 
Malam ini, ketika tanpa sengaja saya membuka sebuah folder bernamakan ‘musik ciamiksss’. Sekilas saya membacanya musik ciamis, penasaran dengan isi dari folder itu saya pun membukanya lalu memasukan satu persatu kedalam playlist winamp dan mendengarkan beberapa lagu tanpa judul itu (hanya bertuliskan; track 01, track 02 dst).
Sambil mendengarkan lagu – lagu itu, ternyata itu bukan dari musisi – musisi yang legendaris. Bukan juga lagu – lagu yang laris ataupun lagu yang berkisah cinta romantis. Ini adalah lagu yang akrab ditelinga saya ketika jaman kuliah dulu. Salah satu yang masih saya ingat betul adalah lagu yang berjudul “buruh tani”. Dan ini lrik lagunya:

Buruh tani mahasiswa rakyat miskin kota/
Bersatu padu rebut demokrasi//
Gegap gempita dalam satu suara/
Demi tugas suci yang mulia//
Hari-hari esok adalah milik kita/
Terciptanya masyarakat sejahtera/
Terbentuknya tatanan masyarakat
Indonesia baru tanpa Orba//
Marilah kawan/ mari kita kabarkan/
Di tangan kita tergenggam arah bangsa/
Marilah kawan/ mari kita nyanyikan/
Sebuah lagu tentang pembebesan//
Di bawah kuasa tirani/
Kususuri garis jalan ini/
Berjuta kali turun aksi/
Bagiku satu langkah pasti//

 Awalnya musik mungkin hanya serangkaian bunyi yang memiliki nada. Bunyi – bunyian tersebut dikeluarkan melalui suara manusia, atau alat – alat lain yang bisa mengeluarkan nada, seperti alat – alat musik misalnya. Musik itu sendiri kemudian menjadi bentuk komunikasi. Jika kita lihat dari model komunikasi Laswell yang berbunyi, who says what to whom in which channel with what effect, maka musik dapat kita masukkan ke dalam salah satu bentuk komunikasi. Dan bagi saya, setelah mendengar beberapa lagu tadi, saya merasa merindukan masa – masa kuliah saya. Salah satunya adalah masa ketika aksi.
Terima kasih untuk kejutan malam ini, berkat mendengarkan beberapa lagu waktu dulu saya masih harus beraksi menulis skripsi dan wisuda bulan juli.

Thursday, April 28, 2011

Bincang riang


Malam panjang bertabur bintang
Cemerlang
Hati yang riang
Berbincang
Tuhan, adakah ruang untuk saling menyayang?

Wednesday, April 27, 2011

OASEM

beberapa minggu yang lalu jalan mangga no.14 di gemparkan dengan sekumpulan band berbahaya yang bernama lem of got. seiring berjalannya waktu, band tandingan pun muncul. OASEM. itu namanya. sebuah nama yang tidak komersil memang. pun dengan lagunya. maklum, kami disini tidak menjual lagu ataupun skill yang kami miliki. kami disini hanya menjual tampang yang rupawan?. inilah kami OASEM. grup musik terkeren ketiga setelah kangen band dan lem of got. selamat menikmati.

Bincang bimbang

Malam panjang tanpa bintang
Remang
Hati yang bimbang
Berbincang
Tuhan, apakah nanti kuburanku terang?

Tuesday, April 26, 2011

Arumba

Arumba kerap kali membuat onar dalam keluarga atau pun lingkungannya. Tengok saja kejadian beberapa hari yang lalu. Sepulang sekolah rumba membuat ayahnya mengelus dada. Ketika itu ayahnya sedang adzan dhuhur. Tanpa sepengetahuan ayahnya, rumba masuk masjid dan memperhatikan apa yang sedang dilakukan ayahnya. Kemudian di keluar dari tempat peribadatan itu. Dia mendengar suara ayahnya muncul dari pengeras suara. Kemudian dia masuk lagi. Keluar lagi. Dan masuk lagi sambil berkata “horeee suara ayah terdengar keluar, suara ayah tak kalah bagus sama om iwan fals”. Kaget mendengar suara anaknya, Patarka yang sedang memanggil-manggil orang sekeliling desa untuk beribadah sholat kemudian menghentikan adzanya. “, ayah sedang adzan saying, tolong jangan berisik ya!” Dan Patarka lupa kalau tombol mic masih dalam keadaan menyala.
Bukan hanya itu bentuk-bentuk kenalakan rumba. Ketika sore tiba, setelah kejadian mengganggu adzan, Gipitapa ibu Arumba meminta tolong Arumba untuk mengambil ayam dari kandangnya. Ibunya berniat membuat ayam goreng bumbu asam manis saus torpedo untuk makan malam. Arumba tidak tahu bagaimana caranya menangkap ayam. Dia hanya bisa mengeluarkan semua ayamnya yang berjumlah empat ekor itu keluar dari kandangnya. Setelah ‘sang korban’ ada dihalaman rumah,. Arumba berpikir keras bagaimana menangkap sekumpulan ayam kampung pemberian pamannya. Arumba teringat sebuah alat canggih penangkap hewan milik ayahnya. Ya, pancingan. Tempo hari Arumba sempat melihat bagaimana kegiihan ayahnya menangkap beberapa ikan di kolam pamannya. Pikirnya, mungkin dengan pancingan itu dia bisa mengangkap salah satu ayamnya. “Horeee, Ibu aku berhasil mengangkap ayamnya, lihat Bu Rumba hebat”. Dengan bangga Arumba menghampiri Ibunya yang sedang meracik bumbu di dapur kemudian dia bercerita bagaimana cara dia mengangkap ‘sangkorban’. “Lalu, tiga ekor lainnya kemana Rumba?  Tanya ibu. “Rumba menangkapnya juga Bu, tapi Rumba masukin kolam, biar mereka tidak susah lagi ditangkap”. Mendengar cerita anaknya Gipitapa hanya bias mengelus dada. Arumba pun kemudian mandi.
Setelah mandi Arumba pun di panggil Ibunya. “Rumba, kamu kan perempuan, dan perempuan itu harus bias masak. Sekarang kamu lihatin Ibu masaka ya” Arumba hanya tersenyum mendengar nasehat Ibunya. “Coba masukin ayam yang sudah dipotong itu kedalam wajan, Ibu mau kerumah pamanmu” Rumba pun menuruti titah Ibunya. Kemudian Rumba memasukan ayam-ayamnya ke wajan dan Ibunya keluar meninggalkan rumah. Selang lebih kurang setengah jam, Arumba kesal dan bosan karena dia tidak tahu harus melakukan apa lagi. Arumba pun keluar rumah dan menemui Ibunya. Dalam perjalanan, Arumba melihat pertunjukan doger monyet. Arumba lebih tertarik melihat monyet-monyet yang menari-nari ketimbang melanjutkan perjalanan menuju rumahnya. “Min, aku balik lagi ya, kasihan rumba. Dia dirumah sendirian. Sekali lagi maaf ya untuk ayam dan kolamnya”. Setelah berpamitan, Gipitapa segera pulang menuju rumah. Ditempat yang berbeda Arumba kaget karena dia harus menemui Ibunya. Ia pun bergegas dan berlari menuju rumah pamanya. “Camulikum, pelmici Om, Bunda Tapa macih dicini?” Tanya Rumba sambil tersenggal-senggal. “Baru saja dia meninggalkan rumah dan pulang menuju rumahmu”. Malas dan cape setelah berlari Arumba pergi menuju dapur dan mengambil segelas air minum lalu menuju kamar adik sepupunya untuk istirahat. Lebih tepatnya tidur-tiduran dan kemudian tertidur.
Dari halaman rumah Gipitapa mencium bau kurang sedap, dengan sedikit lari kecil dia memasuki rumahnya dan menuju dapur. “Astaga, ayamnya gosong, yaaaaahhh Arumba -_-

(Kegosongan itu menjdi cikal bakal arumba menjadi garing hingga saat ini)

Tuesday, April 19, 2011

do'a tambahan sebelum akad nikah

"tuhan,
seandainya malam ini ada teror bom,
jangan kau ijinkan mereka menaruh bom disini,
menghantam kepala kami"

(sebuah rancangan pidato kemenangan manakala saya akad nikah)

Sunday, April 17, 2011

Project sangkuriangan

Beberapa hari yang lalu saya dan teman saya melakukan project "sangkuriangan". Project yang singkat. Malam ngorder, besok jadi, hehehe kurang lebih seperti itu yang dimaksud project "sangkuriangan". Projectnya simpel. membuat ILM tentang KB. Bagi yang hendak melihat, berkomentar, memberikan kritik, saran dan bentuk-bentuk apresiasai lainya, silahkan klik disini: ILM BKKBN : Ketahanan Ekonomi Keluarga (BKKBN PSA: Family Economic Resilience) dan disini: ILM BKKBN: Peningkatan Ekonomi Keluarga (BKKBN PSA: Family Economic Improvement)


Tuesday, March 1, 2011

bukan mimpi part I

Disebuah ruangan sempit dan pengap Dani kesusahan untuk melepaskan tali yang mengikatnya. Tali yang mengikat dan melingkari tubuh kurusnya. Sesekali dia berteriak kesal dan meronta-ronta. Dia merasa tidak seharusnya ada diruangan yang sempit menyedihkan itu. Semakin dia meronta-ronta, semakin sadar kalau energinya akan habis percuma. Akhirnya dia menenangkan pikiran, terkulai lemas kemudian tertidur. Tidak terasa pagi pun tiba, matahari yang bagi kebanyakan orang berarti harapan tidak berarti baginya. Dia masih sadar betul kalau tali itu masih mengikat dan melingkarinya. Ikatannya kencang. Kencang sekali. Dani yang lemah dan kehausan hanya bisa berhalusinasi.

Dalam senyum terkembangnya, Dani memejamkan matanya. Dia melihat satu persatu orang-orang yang disayangi dan menyayanginya datang menghampiri dirinya ketika jas hitam elegan melekat ditubuhnya. Sesosok perempuan cantik datang menghampirinya, lalu memberikan kecupan lembut di pipi kirinya sambil berucap “Maaf, aku telat” kemudian perempuan cantik itu memberikan sekuntum bunga berwarna putih sambil melambaikan tangannya. Orang-orang yang menyayangi dan disayangi kemudian mendekati dan berkumpul mengelilinginya. Saat itu, Dani hanya bisa melihat dengan jelas kedua orang tuanya dan sosok perempuan itu yang meneteskan air matanya. Terdengar samar-samar isak tangis dan doa-doa di telinganya. Keadaan menjadi hening dan gelap.

Dani kemudian terbangun dari halusinasinya dan dia dikagetkan dari cahaya yang masuk dari atas atap. Perlahan dengan pasti cahaya itu membesar dan membuatnya silau dan semakin silau. Seorang anak kecil dengan pakaian serba putih menghampirinya. Kemudian sambil tersenyum dia membawa Dani masuk kearah cahaya itu. Tiba-tiba tali-tali yang mengikatnya seolah melepaskannya begitu saja. Anak kecil itu menuntun tangan kanannya dan membawanya pergi menuju cahaya itu. Dihadapannya, sungai-sungai mengalir indah. Burung-burung berterbangan. Sesekali dia melihat perempuan-perempuan cantik menari menggoda mengelilingi mereka berdua. Dani masih bingung. Dimana aku?. Dalam hati Dani, dani berucap “Tempat apa ini? Aku belum pernah melihat tempat sedamai dan seindah ini” Belum sempat dia mengucapkan apa yang dipikirannya, anak kecil tadi membalas ucapan Dani “Bukan kakak, ini bukan surga, ini adalah sisi lain dari masa lalumu”. Kamu lihat itu?” Kemudian Dani melihat kearah samping kanan. Dilihatnya keluarga harmonis. Dani merasa akrab betul apa yang dilihatnya. Dani merasa yakin itu adalah potret masa kecilnya. Masa kecil yang indah baginya. “Nanti kalau kamu sudah besar, kamu harus bisa menjadikan apa yang seharusnya terjadi dan bertindak benar karena itu benar” Ucap Ibunda Dani dan Ayahnya.

Dani kemudian meneteskan air matanya. Tak kuasa dia melihat masa kecilnya yang indah itu hanya menjadi masa lalu baginya. Ada kerinduan dalam dirinya. Kerinduan akan sesuatu yang pernah dialaminya dulu. Yang bisa ia lakukan hanyalah memejamkan mata.

Dani berusaha membuka matanya perlahan dan melihat sekeliling. Dia masih dalam keadaan terikat olah tali yang sama didalam ruangan yang sama. “Oh tidak, ternyata aku tadi berhalusinasi lagi”. Dengan sekuat tenaga Dani berusaha melepaskan tali yang mengikatnya. Dia pun berhasil. Dani yang baru saja terbagun dari tidur dan mimpinya, berusaha menjadikan impianya terwujud. Rasa malas yang membelenggunya selama ini, disingkirkan jauh-jauh dari kehidupannya. Dia harus bisa melihat orang tuanya tersenyum ketika dirinya di wisuda.

Saturday, January 22, 2011

Rindu Film

Film, adalah anugerah seni terbesar dalam peradaban manusia. Ucap joni (nicolas saputra) dalam film Janji Joni. Ada yang bilang film itu sebuah karya intelektual. Karena didalamnya berbagai tradisi ilmu diramu dan disajikan kepada penonton. Penyajian kembali atas sesuatu fenomena sosial menjadi suatu tontonan tentunya bukan hal yang mudah. Dan saya merasa sepakat dengan pernyataan diatas. Memang, ada juga beberapa sineas atau pun film maker membuat film mereka dengan gaya mereka sendiri (film aing kumaha aing, dibaca: film saya terserah saya). Saya juga tidak bisa menyalahkan pernyataan itu. Karena itu hak mereka. Bagi saya, membuat film itu adalah membuat ilusi. Yang didalamnya terdapat prinsip reka percaya. Maka dari itu ketika kita akan membuat sebuah ilusi yang akan disajikan kembali melalui medium film, kita harus memahami dua hal. Yang pertama adalah mengetahui dan memahami keadaan masyarakat dan yang kedua adalah seorang film maker harus mempunyai hasrat untuk menggugat sesuatu yang berangkat dari keresahan mereka sendiri.

Mengutip kata Jean Cocteau, seorang pujangga dan filmmaker dari Perancis. “Film is Picture writing”. Membuat film itu bukan semata-mata mengurusi permasalahan teknis. Tapi ada hal lainnya yang memerlukan perhatian lebih. Yaitu menulis dan menyajikan kembali sebuah ilusi. Ilusi yang dituangkan kedalam sebuah naskah, harus benar-benar kaya akan data, imajinasi, wawasan yang luas dan kreatifitas yang baik. Sehingga, ketika itu disajikan kembali dalam bentuk medium film dengan teknis yang seadanya pun bisa tetap enak dinikmati penonton karena unsur reka percayanya tidak hilang karena telah dirangkai dengan baik.

Ketika film sudah jadi, sering kali bagi para pembuat film yang berbasis komunitas atau kampus yang saya temui, mereka dipertemukan dengan kendala lagi. “Film kami akan dikemanakan?” lebih kurang pertanyaan seperti itu yang muncul dibenak mereka. Menyambung kata penyajian kembali, saya lebih suka kalau film-film yang telah diproduksi itu tidak menjadi hiasan kamar. Tapi wajib dipertontonkan kepada khalayak, dimana pun itu tempatnya. Anggap saja itu adalah bentuk pertanggung jawaban atas sebuah kekaryaan yang merepresentasikan dari suatu keadaan.

Itulah sedikit tulisan mengenai film dari kacamata saya.

Thursday, January 20, 2011

pagi ini

disuatu pagi ada seorang penyelam yang sedang melihat indahnya terumbu karang di taman terumbu karang nasional di bunaken. sampai di kedalaman 10 meter ia dikejutkan oleh seseorang yang berada tepat disampingnya. tanpa menghiraukan orang itu, si penyelam kemudian turun lagi sampai kedalaman 25 meter. tiba-tiba ia terkejut lagi melihat orang yang tadi disebelahnya menyusulnya. penyelam turun lagi, sampai kedalaman 35 meter. penyelam itu makin heran, karena orang yang disampingnya tadi terus mengikutinya. kemudian, ia mendekati orang tersebut sambil memberikan white board dengan alat tulisnya dengan tulisan: " hebat bener kamu...gimana caranya sampe ke kedalaman begini tanpa memakai alat selam?"

orang itu mengambil white boardnya dan menulis: " gua tenggelam, Goblok!"

Monday, January 17, 2011

terima kasih Tuhan telah menciptakan gorengan

Tuhan, berikan aku satu orang yang bisa menghiasai kehidupanku. Yang bisa mewarnai hari-hariku dan berbagi satu sama lainnya. Itulah do'aku padaMu setahun yang lalu. kepada Sang Maha Lain. Malam ini Engkau memberikan sesuatu yang lebih. Kejutan yang tidak pernah aku duga. Tidak hanya satu. Tapi banyak sekaligus. Tidak hanya dia yang mempunyai senyuman indah. Engkau juga memberikan mereka. Mereka yang selalu dekat dengan kehidupanku. Orang-orang yang selalu ada disekelilingku. Buatku mereka tidak hanya teman. Mereka adalah saudara, walaupun kami tidak pernah terikat oleh hubungan darah. Di ulang tahun kami yang pertama, aku menemukan sauatu yang lain daripada biasanya. Sesuatu yang ketika dipertanyakan, aku hanya bisa menjawab dengan senyuman mengembang dengan mata terpejam. Terima kasih Tuhan, telah memberikan kesempatan kepada kami untuk berkumpul kembali di malam ini. Terima kasih saudara-saudaraku. Terima kasih atas kedatangan kalian. Selamat ulang tahun kawan. Semoga selamat sampai tujuan.

Sunday, January 16, 2011

Mangga Malam Mingguan#8

Mangga malam mingguan merupakan event pemutaran film pendek yang disediakan olah Story Lab, sebuah workshop film di Bandung yang menyediakan dirinya untuk melakukan pelatihan sinematografi melalui kurikulum sederhana tapi sanggup membuat para siswanya memahami secara mudah proses produksi film dan akhirnya melahirkan sebuah karya film pendek. Mangga malam mingguan diselenggarakan untuk memutar film karya siswa-siswa yang tergabung dengan Story Lab dan film-film dari komunitas seluruh Indonesia. Mangga Malam mingguan ini diselenggarakan tiap bulannya untuk memberikan ruang pada film pendek Indonesia dan Bandung pada umumnya.

Kali ini, mangga malam mingguan yang ke-8 tidak hanya pemutaran film dan diskusi saja. Ada yang sedikit berbeda. Sandi Jaya Saputra atau yang biasa akrab dipanggil Useng (brigade foto) berkesempatan memamerkan karya-karya foto behind the scene film 'Senja' (tugas akhir Film Sekken) dengan tema 'Kesendiriannya'. Foto dalam produksi sebuah film adalah sebuah usahacapture the moment. Seorang fotografer behind the scene adalah seseorang yang sangat 'sendirian' dalam produksi sebuah film. Dia mengamati, berpikir dan menyusun cerita dalam sebuah moment pembuatan cerita. Dan pameran foto seorang Sandy Jaya Saputra adalah sebuah pameran untuk menyajikan momen-momen 'Kesendirianya' dalam momen-momen produksi sebuah film. Pameran yang memberikan kontemplasi pada usaha-usaha penghadiran sudut-sudut dimana sebuah momen tertangkap sekaligus memberikan nuansa proses film melalui foto pada acara pemutaran.



Bagi yang berminat mengadiri, silahkan datang ke Mangga Malam Mingguan#8 pada:
Hari/Tanggal : Sabtu, 29 Januari 2011
Waktu : Jam 19.00 s.d 22.00 Wib
Tempat : Story Lab, Jl. Mangga no 14. Bandung

Saturday, January 15, 2011

Adzan Jum’at

cuaca pagi ini cerah. cerah sekali. hampir sulit dibedakan antara cerah dan panas. sebagian orang sudah meninggalkan rumanhnya untuk beraktifitas. tak terkecuali dengan uma. mantan narapidana yang baru keluar beberapa bulan itu terlihat sedang sibuk beres-beres masjid. sebentar lagi sholat jum’at akan dilaksanakan dimasjid itu. ketika uma sedang mengepel masjid, haji maman yang baru pulang nyawah datang menghampirinya.

“ma, yang bersih ya ngepel lantainya! biar nanti jamaah nyaman ketika melakukan ibadah shalat jum’atnya” seru pak haji sambil tersenyum kecil.

“siap pak haji, pasti kinclong…clong” balas uma dengan ekspresi wajah yang senang.

“yaudah, kalau begitu saya pulang dulu kerumah, mau siap-siap dulu. assalamualaikum!” sambil memegang cangkul, pak haji meninggalkan uma.

setengah jam kemudian, uma sudah ganti kostum. pun dengan pak haji. uma tampak gagah ketika duduk dibarisan paling depan. bersebelahan dengan haji maman.

“ma, nanti kamu adzan ya!” seru pa haji dengan suara yang pelan kepada uma.

“siap gan, eh ko gan sih. maksud saya siap ji” balas uma dengan senang. hari itu adalah hari pertama uma mengumandangkan adzan selama hidupnya.

“ji, yang bener aja masa si uma disuruh adzan?” sahut pak erte pelan kepada pak haji.

“ngga apa-apa pak te, ibadah itu tidak hanya sholat, zakat atau ngaji. memberi kesempatan orang lain untuk adzan, itu adalah ibadah” pak haji melanjutkan dzikirnya.

mendengar pembicaraan itu uma hanya melirik ke arah pak erte. dalam hati, uma berdoa kepada tuhan agar adzan pertamanya dilancarkan.

jam dinding menunjukan pukul 11.54. wib itu tandanya uma harus segera berdiri didepan microfon dan mengumandangkan ajakan-ajakan kemenangan.

“allohu akbar….allohu akbar”

“allohu akbar…..allohu akbar”

“eh ji, suara si uma bagus juga ya!” sahut pak erte

“percaya kan kamu sekarang te! kalau si uma bisa adzan, bagus lagi adzannya!”

mendengar perbincangan pelan antara pak haji dan pak erte, dengan spontan dia mengacaukan semuanya.

“gwaaaaaa gitttuuuuu jiiii” suara uma terdengar keras di spiker masjid.

“astagfirullohal adzim….” haji maman dan beberapa jemaah masjid kaget dengan perangai uma.


partner in crime? masyaalloh, angguuuunnn?

Awalnya:

Kartiwa Kara Bayanaka==>Anggun Harwibawati

soto apa yang rame?

Anggun Harwibawati : sotorak-sorak bergembira.. ah yang gue kemarin juga belum dijawab weee :P

Kartiwa Kara Bayanaka: bukan. jawabnya: sotory lab :D

Anggun Harwibawati : hahahaha :D sok yang gue dijawab.. apa beda bulan sama matahari?

Kartiwa Kara Bayanaka: ngga ada bedanya. keduanya sama-sama bulat.

Anggun Harwibawati : salah, yang bener: kalo bulan bisa ngomong, kalo matahari suka ngasih diskon :D

Kartiwa Kara Bayanaka: hmnnnn, udah ketebak....trus kalo supermen terbang dia kemana?

Anggun Harwibawati : ‎:P ke atas belok ke pantai

Kartiwa Kara Bayanaka: bukan. tapi ke matahari. karena matahari lagi discount :p

Anggun Harwibawati : ah itu juga udah ketebak, cuma gue baik aja ga bilang-bilang :P lagi dimana sih ini? kok storylab- er pada barengan update statusnya

Kartiwa Kara Bayanaka: lagi di story lab...

Anggun Harwibawati : oia bener juga...

Kartiwa Kara Bayanaka : apa persamaan newton, cleopatra, alexander the great dan udin?

Anggun Harwibawati : sama-sama ke mck kalo kebelet

Kartiwa Kara Bayanaka : bukan. sama-sama ngga punya bb, heheheh...

Anggun Harwibawati : hahaha maksaaa :P nih kapan bumi bakal meledak?

Kartiwa Kara Bayanaka : pas matahari lagi banyak dan buka cabang dimana-mana...

Anggun Harwibawati : bukaaan gila itu jawabannya gak modern banget :P yang bener: kalo huruf "i" nya dibuang

hehe

Kartiwa Kara Bayanaka : kapan bumi dipeluk si ayah?

Anggun Harwibawati : kalo pakmi udah pulang kerja

Kartiwa Kara Bayanaka : bukaaaaannnn tau, jawabannya kalo huruf 'b' nya dibuang, hehehehe...

Anggun Harwibawati : hehehe kenapa superman pake baju lambangnya S?

Kartiwa Kara Bayanaka : soalnya hurup b sudah dipake bobo

Anggun Harwibawati : bukan, soalnya kalo pake M atau L kegedean :P

Kartiwa Kara Bayanaka : ya...ya...ya...kenapa superman terbang?

Anggun Harwibawati : soalnya kalo diaduk pasir jadinya seman (semen) hehehe

Kartiwa Kara Bayanaka : bukan, jawabannya kalo dia nyetir mobil dia jadi supirman :D

dan akhirnya, ini dia tebakan pamungkas dari anggun? kita tunggu di coment dibawah ini, hehehehe.....

mahasiswa ko gitu! ngik ah!

"seribu saja.....seribu saja....tetehnya cantik....

seribu saja....seribu saja....aa-nya ganteng...."


riuh suara muda-mudi bermodalkan tepok tangan dan guitar fals menambah suasana bising jalanan ir. haji juanda kala sabtu malam. bising. rasa-rasanya saya kecewa dengan mereka. mahasiswa ko ngga kreatif!

coba bayangkan, jauh-jauh dari berbagai kota dipelosok negeri ini mereka hanya melakukan hal konyol seperti itu.

hei, tahukah kalian? dengan mencari dana seperti itu, kalian tampak idiot di hadapan saya! tak hanya itu, kalian juga berisik! tidak kalah berisik dengan knalpot motor bobokan! kalian juga membuat jalanan ini macet! dan kalian juga telah meminimalisir penghasilan seniman jalanan!

ah, seandainya mereka lebih kreatif sedikit, mungkin tidak hanya 80 ribu yang kalian dapat, kalian bisa saja mendapatkan 1,5 juta semalam.

(dago, 11 desember 2010)