Friday, June 24, 2011
Manfaat rokok pan versi humor
Wednesday, June 22, 2011
Peta Perfilman Indonesia
Mangga, Malam mingguan#12 (Pemutaran dan diskusi film)
Pada Mangga, Malam Ming...guan sekarang (yang ke-12), kami akan menghadirkan beberapa film dengan tema“film ¾ jadi”. Film-film yang akan di putar antara lain:
1. Cokelat
Sutradara: Inggrid Putri Omega & Muchamad Hanif
Fiksi | 4’ 54” | Story Lab | 2011 Bandung
Setiap orang mempunyai kenangan dengan coklat. Coklat bagi orang kebanyakan adalah sesuatu yang manis. Tapi, dibalik manisnya coklat ada juga kisah pahit. Ini dialami oleh Nita. Bagaimana Yanyan mengembalikan pahitnya coklat dan hidup Nita melalui sebatang coklat?
2. Lelah
Sutradara: Andi Pardede
Fiksi | 2’ 54” | Crewpuck Pictures | 2011 | Bandung
Anak. Sebuah keluarga tentunya belum lengkap jika tanpa kehadiran anak. Disisi lain, manusia sebagai mahluk Tuhan, suka melampaui atas apa yang telah menjadi kehendak Tuhan. Termasuk usaha-usaha untuk mempunyai anak
3. Kenal Pot
Sutradara: Kartiwa
Fiksi | 3’ 31” | S3L Production | 2011 | Bandung
Manusia dalam berkomunikasi sering kali terhambat oleh “noise”. Film sebagai bentuk komunikasi massa tak ayal terhambat juga oleh “noise-noise” dalam pembuatannya. Film ini adalah representasi pegiat film (khususnya di bandung) ketika hendak memvisualkan ceritanya.
4. Lewat Dini Hari
Sutradara: Momor. S.ikom
Fiksi | 3’ 45” | S3L Production | 2011 | Bandung
Dunia industri tidak lepas dari deadline.
5. Oh My God “Ngeden”
Sutradara: Ikra “Nitz” Amnesia
Fiksi | 4’ 30” | S3L Production | 2011 | Bandung
Membuang hajat adalah anugerah terbesar dalam kehidupan manusia. Dan gempa adalah musibah bagi sebagian orang. Manakala anugerah dan musibah dipersatukan dalam waktu yang bersamaan, apa yang terjadi?
7. Cinta Masuk Desa*
* Masih dalam konfirmasi
Dan Pertunjukan Akustik dari Elsi Like Tree
Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Sabtu, 25 Juni 2011
Jam 19.00 s.d 21.00 Wib
Story Lab, Jl. Mangga No.14 Bandung
Informasi Lebih lanjut: Andi Pardede [085722274219]
GRATISSSS!!!!
Monday, June 6, 2011
Jebakan Buaya
Saturday, June 4, 2011
telegram tuhan
dan bau kaki yang dibalut kaos kaki
diri yang terisolasi
dalam rupa manusia yang tak manusiawi
ada sebuah kealpaan dalam fikiran
ketika hendak menggapai sebuah tujuan
seringkali kita melupakan orang tua yang merupakan teladan!
lalu, kenapa kita menjadi demikian?
tersirat kabar melalui sebuah telegram dari tangan tuhan, yang terucap dari mulut seorang perempuan
nyatanya orang tua tidak bertindak demikian.
Tuesday, May 31, 2011
Taryono vs Jhon
Thursday, May 19, 2011
Visualisasi Televisi
Disebrang sana sebagian orang bernyanyi
Bergemuruh riuh dengan bunyi-bunyi
Lihat itu, para penari!
Lekuk tubuhnya illusi
Parasnya Frustasi
Ada juga yang berkelahi adu nyali
Menjemput pati
Apakah ini imajenasi?
Bukan, ini visualisasi sebuah televisi.
"manakala sendiri, bertemankan secangkir kopi"
Friday, May 6, 2011
Cara Kami merasa
Wednesday, May 4, 2011
Musik sebagai alat komunikasi
Thursday, April 28, 2011
Bincang riang
Wednesday, April 27, 2011
OASEM
Bincang bimbang
Remang
Hati yang bimbang
Berbincang
Tuhan, apakah nanti kuburanku terang?
Tuesday, April 26, 2011
Arumba
Tuesday, April 19, 2011
do'a tambahan sebelum akad nikah
seandainya malam ini ada teror bom,
jangan kau ijinkan mereka menaruh bom disini,
menghantam kepala kami"
(sebuah rancangan pidato kemenangan manakala saya akad nikah)
Sunday, April 17, 2011
Project sangkuriangan
Saturday, April 9, 2011
Tuesday, March 1, 2011
bukan mimpi part I
Disebuah ruangan sempit dan pengap Dani kesusahan untuk melepaskan tali yang mengikatnya. Tali yang mengikat dan melingkari tubuh kurusnya. Sesekali dia berteriak kesal dan meronta-ronta. Dia merasa tidak seharusnya ada diruangan yang sempit menyedihkan itu. Semakin dia meronta-ronta, semakin sadar kalau energinya akan habis percuma. Akhirnya dia menenangkan pikiran, terkulai lemas kemudian tertidur. Tidak terasa pagi pun tiba, matahari yang bagi kebanyakan orang berarti harapan tidak berarti baginya. Dia masih sadar betul kalau tali itu masih mengikat dan melingkarinya. Ikatannya kencang. Kencang sekali. Dani yang lemah dan kehausan hanya bisa berhalusinasi.
Dalam senyum terkembangnya, Dani memejamkan matanya. Dia melihat satu persatu orang-orang yang disayangi dan menyayanginya datang menghampiri dirinya ketika jas hitam elegan melekat ditubuhnya. Sesosok perempuan cantik datang menghampirinya, lalu memberikan kecupan lembut di pipi kirinya sambil berucap “Maaf, aku telat” kemudian perempuan cantik itu memberikan sekuntum bunga berwarna putih sambil melambaikan tangannya. Orang-orang yang menyayangi dan disayangi kemudian mendekati dan berkumpul mengelilinginya. Saat itu, Dani hanya bisa melihat dengan jelas kedua orang tuanya dan sosok perempuan itu yang meneteskan air matanya. Terdengar samar-samar isak tangis dan doa-doa di telinganya. Keadaan menjadi hening dan gelap.
Dani kemudian terbangun dari halusinasinya dan dia dikagetkan dari cahaya yang masuk dari atas atap. Perlahan dengan pasti cahaya itu membesar dan membuatnya silau dan semakin silau. Seorang anak kecil dengan pakaian serba putih menghampirinya. Kemudian sambil tersenyum dia membawa Dani masuk kearah cahaya itu. Tiba-tiba tali-tali yang mengikatnya seolah melepaskannya begitu saja. Anak kecil itu menuntun tangan kanannya dan membawanya pergi menuju cahaya itu. Dihadapannya, sungai-sungai mengalir indah. Burung-burung berterbangan. Sesekali dia melihat perempuan-perempuan cantik menari menggoda mengelilingi mereka berdua. Dani masih bingung. Dimana aku?. Dalam hati Dani, dani berucap “Tempat apa ini? Aku belum pernah melihat tempat sedamai dan seindah ini” Belum sempat dia mengucapkan apa yang dipikirannya, anak kecil tadi membalas ucapan Dani “Bukan kakak, ini bukan surga, ini adalah sisi lain dari masa lalumu”. Kamu lihat itu?” Kemudian Dani melihat kearah samping kanan. Dilihatnya keluarga harmonis. Dani merasa akrab betul apa yang dilihatnya. Dani merasa yakin itu adalah potret masa kecilnya. Masa kecil yang indah baginya. “Nanti kalau kamu sudah besar, kamu harus bisa menjadikan apa yang seharusnya terjadi dan bertindak benar karena itu benar” Ucap Ibunda Dani dan Ayahnya.
Dani kemudian meneteskan air matanya. Tak kuasa dia melihat masa kecilnya yang indah itu hanya menjadi masa lalu baginya. Ada kerinduan dalam dirinya. Kerinduan akan sesuatu yang pernah dialaminya dulu. Yang bisa ia lakukan hanyalah memejamkan mata.
Dani berusaha membuka matanya perlahan dan melihat sekeliling. Dia masih dalam keadaan terikat olah tali yang sama didalam ruangan yang sama. “Oh tidak, ternyata aku tadi berhalusinasi lagi”. Dengan sekuat tenaga Dani berusaha melepaskan tali yang mengikatnya. Dia pun berhasil. Dani yang baru saja terbagun dari tidur dan mimpinya, berusaha menjadikan impianya terwujud. Rasa malas yang membelenggunya selama ini, disingkirkan jauh-jauh dari kehidupannya. Dia harus bisa melihat orang tuanya tersenyum ketika dirinya di wisuda.
Saturday, January 22, 2011
Rindu Film
Film, adalah anugerah seni terbesar dalam peradaban manusia. Ucap joni (nicolas saputra) dalam film Janji Joni.
Mengutip kata Jean Cocteau, seorang pujangga dan filmmaker dari Perancis. “Film is Picture writing”. Membuat film itu bukan semata-mata mengurusi permasalahan teknis. Tapi ada hal lainnya yang memerlukan perhatian lebih. Yaitu menulis dan menyajikan kembali sebuah ilusi. Ilusi yang dituangkan kedalam sebuah naskah, harus benar-benar kaya akan data, imajinasi, wawasan yang luas dan kreatifitas yang baik. Sehingga, ketika itu disajikan kembali dalam bentuk medium film dengan teknis yang seadanya pun bisa tetap enak dinikmati penonton karena unsur reka percayanya tidak hilang karena telah dirangkai dengan baik.
Ketika film sudah jadi, sering kali bagi para pembuat film yang berbasis komunitas atau kampus yang saya temui, mereka dipertemukan dengan kendala lagi. “Film kami akan dikemanakan?” lebih kurang pertanyaan seperti itu yang muncul dibenak mereka. Menyambung kata penyajian kembali, saya lebih suka kalau film-film yang telah diproduksi itu tidak menjadi hiasan kamar. Tapi wajib dipertontonkan kepada khalayak, dimana pun itu tempatnya. Anggap saja itu adalah bentuk pertanggung jawaban atas sebuah kekaryaan yang merepresentasikan dari suatu keadaan.
Itulah sedikit tulisan mengenai film dari kacamata saya.
Thursday, January 20, 2011
pagi ini
orang itu mengambil white boardnya dan menulis: " gua tenggelam, Goblok!"
